Tuesday, May 8, 2007

Berdamai itu melanggar hukum


Baru-baru ini salah satu teman gw ditilang oleh polisi. Akhirnya dia menerima surat tilang, tapi prosedur tilangnya kurang jelas. Akhirnya harus minta bantuan dari polisi kenalan untuk memprosesnya.

Sebenarnya prosedur tilang tidaklah rumit, hanya tidak diketahui oleh semua orang. Gw sendiri pernah kena tilang ketika aturan motor harus berjalan di sebelah kiri mulai diberlakukan di Jakarta. Ketika googling dengan kata kunci "tilang berkas merah prosedur" muncul beberapa artikel, yg isinya semua hampir sama. Berikut gw kutip dari file milis, archive
Tips untuk yg akan mengikuti sidang tilang

  1. Datang pagi sebelum jam 9, langsung ambil nomer urut
  2. Duduk manis di dalam ruang sidang, tunggu hakim datang
  3. Untuk 1 (satu) pelanggaran motor kena biaya denda Rp. 20.000
    • Untuk 1 (satu) pelanggaran mobil kena biaya denda Rp. 30.000
    • Untuk 2 (dua) pelanggaran (cth : ngak punya SIM dan melanggar rambu) kena denda Rp. 50.000
    • Untuk denda di atas, semua kena biaya perkara sebesar Rp. 600
  4. Tinggal tunggu dipanggil, terus bayar denda di loket. Ambil bukti perkara (SIM ato STNK)

OK itu prosedur mengikuti sidangnya, Pada praktek proses tilang, banyak polisi mengharapkan berdamai, baik secara halus maupun terang-terangan (minta dibantu).
Ada beberapa cara untuk menghadapinya.

Kalau ditilang di jalan sebenarnya ada dua pilihan, form biru dan form
merah.
  1. Formulir biru adalah menerima kesalahan (artinya tidak perlu berdebat dengan hakim).
    • Dengan form ini bayar denda di BRI yg ditunjuk.
    • Sehabis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM atau STNK yang disita ke kantor Ditlantas setempat
  2. Formulir merah artinya anda tidak terima kesalahan yang dituduhkan, dan diberikan kesempatan untuk berdebat atau minta keringanan kepada hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung Hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan.
    • Oleh polisi, barang sitaan (SIM dan/atau STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas setempat sampai dengan H-1 tanggal sidang.
    • Selama masih di kantor Ditlantas SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yang tadi disebutkan, serahkan form ulir merah, bayar dendanya, SIM/STNK kembali ke tangan anda.
    • H-1 sebelum sidang dan seterusnya, SIM/STNK sudah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi harus ditebus di PN masing-masing
Menghadiri Sidang banyak alternatif untuk menyelesaikan melalui calo, tetapi biasanya akan lebih mahal daripada kalau menyelesaikan sendiri:

  1. Sepanjang jalan menuju pengadilan, +- 50-100 m sebelum pengadilan banyak terdapat 'Calo' jasa pengurus tilang yang sebenarnya tidak memiliki pengaruh atau efek apapun terhadap pengurusan surat yang ditilang apalagi kemudahannya. Keberadaan mereka 'Calo' jangan ditanggapi dan jangan dihargai sama sekali! Karena mereka mudah emosi dan marah.
  2. Setibanya di PN, begitu parkir sudah dikerubuti calo. Parkir kendaraan di dalam bangunan pengadilan, ambil tiket parkir pada petugas. Jangan parkir depan tepat dibagian luar pagar pengadilan yg banyak 'Calo' juga tukang parkir 'Preman' yang memaksa dan berkata "ya.. yak..parkir disini.. Disini.. Didalam tidak bisa!" Itu bohong, mereka menggangu saja.
  3. Selepas resepsionis calo masih saja akan mendekati anda. Kali ini calo-nya berseragam hijau pegawai negeri. Kata calo tersebut "ibu tunggu aja disini, Rp 65.600,- aja. cepat kok selesainya".
  4. Setelah ditunjukkan ruangan sidangnya, anda tunggu hakim datang. Lalu satu persatu, akan dibacakan nama dan kasusnya hakim langsung akan memberikan putusan soal besarnya denda pembelaan diri bisa dilakukan kalau perlu pembayaran langsung dilakukan di ruang sidang dan STNK yang ditahan juga langsung dikembalikan saat itu
  5. Selepas sidang ada loket untuk mengambil SIM. Bayar disitu untuk mengambil SIM Anda. Akan dikatakan bahwa biayanya Rp 50.600,- jangan percaya.
    • Langsung sodorkan surat tilang ke salah satu petugas sambil berkata "saya mau ambil berkas ini."
    • Sang petugas memeriksa surat tilang tersebut dan langsung mencari berkas yang diperlukan di tumpukan yang tepat, dan dalam waktu singkat menemukan berkas yang dicari.
    • Langsung SIM tersebut diambil dari berkas itu dan diserahkan kepada anda, dan dia akan berkata "45 ribu". Berikan uang dalam jumlah yang tepat.
  6. Cek tabel denda untuk tahu denda yang tepat
  7. Kalau tidak ada tabel denda, tawar saja atau minta bulatkan angkanya.
Tidak Menghadiri Sidang

  1. Kalau anda ingin menghadiri sidang, datanglah sesuai tanggal sidang yang tertera di surat tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini tidak disarankan karena antriannya luar biasa banyak. Kita tidak akan punya kesempatan bertemu hakim, karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan banyak sekali CALO yang menawarkan bantuan.
  2. Anda disarankan untuk abaikan saja tanggal sidang tersebut, ambil SIM/STNK di hari lain terserah anda, hindari hari sidang tilang supaya tidak terjebak keramaian, dan langsung tuju loket khusus tilang yang ada di masing-masing PN.
  3. Tunjukkan formulir merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK sudah kembali dengan bayar denda resmi.
  4. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, supaya tidak dilebihkan oleh petugasnya. Contohnya, anda tahu denda masuk jalur cepat dengan naik motor Rp 15.000, petugasnya berkata Rp 25.600. Dia menambahkan Rp 600 seolah-olah itu perhitungan dengan rumus yang rumit, padahal akal-akalan saja biar ada yang masuk ke kantong dia.
  5. Anda berikan uang bulat 15.000, dia akan diam saja
Intinya:
  1. Jangan takut kalau kena tilang.
  2. Jangan sekali-kali damai dengan polisi di jalanan, pilih tilang saja.
  3. Jangan percaya kalau ditakuti polisi soal denda 1 juta.
  4. Jangan pernah mau kalau polisi menyuruh mengambil SIM d kantor, sepertinya hanya bakal ada cerita tawar-menawar disana.
  5. Jangan percaya kalau polisi berkata sidangnya jam 10. (karena loketnya udah buka dari pagi)
  6. Mengenai sidang:
    • Jangan takut ikut sidang tilang.
    • (sidangnya sendiri non-existance)
    • Pengadilan itu malah lucu
    • Beli makan di pengadilan mahal
    • Banyak supporter gadungan (teman-teman terdakwa), tidak usah takut dengan mereka
    • Sidang tidak dianjurkan kalau tidak mau sebal
  7. Jangan mau pake calo, abaikan calo yang menawarkan bantuan
  8. Bayar denda sesuai tarif resmi.
  9. Jangan percaya sama pecahan 600. Itu buat memberi kesan bahwa dendanya uang pas.
  10. Untuk yang datang terlambat lalu terkejut karena "sidangnya sudah selesai" biasanya akan mendapat "tawaran bantuan" dari pegawai di sana, yang katanya "bisa membantu menyelesaikan". Padahal sebenernya kita bisa menyelesaikan sendiri
Menolak Berdamai dengan Nepotisme
  • Saat tawaran damai muncul, tantanglah polisi untuk memberikan data-data dirinya yang lengkap, yaitu nama, kesatuan, resor, dsb.
  • Ambil telepon genggam dan katakan bahwa anda akan menelepon pejabat tinggi kepolisian yang kebetulan adalah paman anda
  • Seharusnya si polisi pada titik ini sudah ketakutan, dan anda dapat melanjutkan dengan prosedur resmi di atas

So, berdamai itu belum tentu benar dan jangan takut bila diancam sidang itu prosedurnya ribet dan akan memakan biaya besar. Mari kita ciptakan kondisi hukum yg lebih baik di Indonesia, mulai dari hal-hal kecil seperti ini.

Wednesday, April 25, 2007

Otitis Eksterna

Kemarin malam pulang dari Mall Puri Indah, langsung menuju ke Klinik Tomang. Kenapa? karena telinga kanan tidak bisa mendengar.

Setelah sampai di klinik dokter tht nya ternyata sudah pulang (tiba jam 22.00, padahal prakteknya mulai jam 21.00). Akhirnya tidak jadi periksa. Pada telinga kananku, timbul gangguan yg nama medisnya adalah Otitis Eksterna lebih spesifiknya dikarenakan oleh bisul.

Ya, bisul. Sebuah bisul tumbuh di dalam saluran pendengaran sebelah kananku. Menutupi seluruh rongga sehingga tidak bisa mendengar. Bisul adalah penyakit kulit yg ditimbulkan oleh bakteri stafilokokus. Mungkin karena aku baru potong rambut pendek, sehingga pemakaian gel lebih banyak. Gel tersebut menjadi bahan iritan yg kemudian masuk ke dalam telinga.

Biasanya bila terserang penyakit yg satu ini, cukup diolesi dengan balsem Zam-Buk saja sudah sembuh dalam waktu satu malam. Tapi karena di dalam telinga, si bisul ini susah dijangkau. Uh.

Akhirnya diputuskan hari ini setelah pulang kerja harus ke klinik lagi. Ternyata Jakarta sore tadi hujan deras. Setelah selesai mengganti winbox buat gateway koneksi utama di kantor, yg tidak nyala karena putusnya koneksi dari isp.

Tadinya aku kira ada masalah dengan windows2k3 server di kantor, tapi ternyata setelah dialihkan ke windowXp juga tetap tidak menghasilkan apa2. Ternyata connection lock dari ISP nya terlepas. Di kantor kita menggunakan IP publik, nah untuk menjaga keamanan bila koneksi putus selama beberapa jam, otomatis isp akan memblok IP tersebut. Akhirnya aku putuskan untuk tidak menggunakan ISA Server 2k4, w2k3nya pun diganti dengan windowsXP. Untuk Firewall dan routingnya dipasanglah Kerio Winroute. Yah ternyata fungsinya lebih banyak dari Windows ISA Server. IP dari isp akhirnya dipasang menjadi dhcp, tanpa dicek MAC Addressnya lagi.

Ok kembali ke topik semula, ternyata sistem drainase Jakarta memang tidak bagus. Dalam perjalanan pulang, di depan kampus Binus air sudah menggenang sampai selutut. Jadi ingat temen smp gwa dulu, yg ketika ditanya alasan absennya sama guru bahasa Indonesia, dia menjawab, "Karena dirumah saya banjir selutut pak". Padahal di Kalimantan Barat dulu waktu smp, banjir jarang2 terjadi.

Akhirnya setelah sampai dirumah, mandi, dan makan, hujan pun mulai reda. Yup, waktu yg tepat buat ke dokter, sebelum ntar infeksi telinganya.

Ternyata... Sesampainya di Klinik Tomang, dokter THT-nya tidak datang. Ugh.. Yah apa boleh buat, dokter umum pun bolehlah. Setelah diperiksa, dikasih obat antibiotik tetes (merk otozambon). Katanya bila pakai yg tablet (oral) takutnya tidak efektif, jadi dikasi antibiotik yg bekerja secara lokal.

Dosisnya 3tetesx3 sehari. Moga2 besok sudah reda.

Sekedar intermezo saja, saat searching mengenai topik bisul. Aku menemukan satu blog yg bagus, isinya mengenai bisul lusi (lumpur sidoarjo). Yup, mungkin sebagian dari kita sudah sering dengar mengenai lumpur lapindo brantas ini, tapi sebenarna apa sih yg terjadi. Di blognya Rovicky dijelaskan secara gamlang.

- :( “Pak Mantri, gimana nih bisul di kaki saya ?”
+ :) ” Sabar ….. Masih menunggu penelitian lebih lanjut !!!

Untuk lengkapnya baca ini.

Tuesday, April 24, 2007

Lagu duet Lin Yu Zhong dan Sheila Majid

Lagunya keren, campur2 bahasa melayu dan mandarin.

Melody

Kau melodi yang indah
Menusuki jiwa
Tanpamu
Hidupku tak bermakna

多么实在的感觉 望着你的脸
duo me shi zai de gan jue, wang zhe ni de lian
这一刻 我到了被人遗忘的永远
zhe yi ke, wo dao le bei ren yi wang de yong yuan

Pertemuan yang tanpa diduga

像迷路的人找到回家的路线
xiang mi lu de ren zhao dao hui jia de lu xian

Engkau bak lagu dan aku bagai irama
Bersatu kita mewarnai hidup bersama
Tanpamu hilanglah nadi kita berdua
Menderita tiada haluan

窝在握心里最动听的melodi
wo zai wo xin li zui dong ting de melodi

Kau melodi yang indah
Menusuki jiwa
Tanpamu
Hidupku tak bermakna

多么实在的感觉 望着你的脸
duo me shi zai de gan jue, wang zhe ni de lian
这一刻 我到了被人遗忘的永远
zhe yi ke, wo dao le bei ren yi wang de yong yuan

Pertemuan yang tanpa diduga

像迷路的人找到回家的路线
xiang mi lu de ren zhao dao hui jia de lu xian

Engkau bak lagu dan aku bagai irama
Bersatu kita mewarnai hidup bersama
Tanpamu hilanglah nadi kita berdua
Menderita tiada haluan

窝在握心里最动听的melodi
wo zai wo xin li zui dong ting de melodi

Engkau bak lagu dan aku bagai irama
Bersatu kita mewarnai hidup bersama
Tanpamu hilanglah nadi kita berdua
Menderita tiada haluan

窝在握心里最动听的melodi
wo zai wo xin li zui dong ting de melodi

Menderita tiada haluan

窝在握心里最动听的melodi
wo zai wo xin li zui dong ting de melodi

buat yg mau mendengar lagunya secara keseluruhan bisa download disini
versi solonya dari Lin Yu Zhong disini

Thursday, April 19, 2007

Inflasi, Suku Bunga dan Pensiun?

Tadi malam seorang teman bertanya, " Ton, kapan kamu mau pensiun?"
Wow sungguh pertanyaan yg mengelitik. Jadi tadi iseng-iseng saja, aku melakukan sedikit googling dan hasilnya seperti dibawah ini.

Saat ini nilai Inflasi: 11,25% sedangkan suku bunga bank pasar adalah 9%.
Jadi kalo kita menabung di bank, nilai uang kita akan terus berkurang.

Bagaimana menentukan nilai beberapa tahun yg akan datang, ini ada hubungannya dengan suku bunga.

Future Value:



(
sumber http://en.wikipedia.org/wiki/Future_value)

Dimana:
FV adalah Future Value.
PV adalah Present Value.
i adalah suku bunga efektif. Saat ini adalah 8.10%
(sumber http://www.bi.go.id/web/id/Indikator+Moneter+dan+Perbankan/Suku+Bunga/)
n adalah tahun.

Jadi bila skarang satu bungkus nasi uduk adalah sekitar 10rb maka 5 tahun mendatang, dengan suku bunga saat ini akan menjadi:

FV=10,000 x (1+8.10%)^5
FV=14761,4313

Rp 14,761.4313. Hmm tidak cukup mahal, kasihan yg jualan nasi uduk.

Ok skarang mari mengenal lebih lanjut mengenai inflasi.

Inflasi adalah fenomena kenaikan harga-harga pada sebuah lingkup ekonomi.
Tingkat inflasi biasanya diberikan dalam persentase.
Jika inflasi pada sebuah tahun adalah 10%, maka rata-rata harga barang pada akhir tahun lebih mahal 10% daripada di awal tahun.
Atau dengan kata lain, nilai yang bisa dibeli oleh sejumlah uang berkurang 10% pada akhir tahun dibandingkan dari awal tahun.
(sumber http://priyadi.net/archives/2005/07/20/inflasi/)

OK, dari tingkat inflasi kita tahu berapa nilai rupiah yg harus kita siapkan untuk pensiun nanti.
Jangan bicara pensiun dulu deh, perhitungan inflasi ini juga bisa jadi pedoman kita dalam memperhitungkan kenaikan gaji kita di kantor (bagi yg kerja di kantoran).
Sebenarnya perhitungan inflasi lebih sulit (tidak ada nilai pastinya), namun lebih riil ketika kita pakai dalam perhitungan sehari-hari.

Misal kita mempunyai parameter begini: tahun lalu tingkat inflasinya selama setahun adalah 7%.
(sumber http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/122006/23/0901.htm)
Pada tahun ini belum kelihatan total setahunnya tapi, di salah satu koran menyebutkan bahwa inflasi tahun ini sekitar 11,25%.

Ok kita hitung dengan rumus yg ada di blognya Priyadi:

=GEOMEAN(1+7%, 1+11.25%)^2-100%

jadi tingkat inflasinya adalah sekitar 19,04% (wow)

Jadi kalo kita gaji tahun lalu adalah sekitar 5Jt rupiah, dan tahun ini naik menjadi 6jt adalah wajar (sekitar 20%). Namun bila tidak ada kenaikan gaji berarti kita rugi.

Skarang mari kita balik ke pertanyaan temanku, "Ton, kapan kamu mau pensiun?"

Pensiun itu adalah suatu kondisi dimana kita tidak menghasilkan uang secara langsung lagi, atau tidak bekerja lagi, atau hidup santai dan bisa melakukan apa saja sesukanya (aku suka bagian ini).
Jadi langsung saja kujawab, "Umur 35 tahun."

Pensiun sebenarnya ada dua jenis, pensiun dengan gaya hidup yg lebih baik atau pensiun dengan gaya hidup yg, yah pas-pasan.
Kita ambil contoh gaya hidup pas-pasan (tidak lebih baik dari gaya hidup saat ini)

Ok, di sini sisi menariknya. Bila skarang aku yg berusia 25 tahun ingin pensiun di usia 35 tahun.
Berarti waktu untuk mengumpulkan dana (menimbun harta) biar bisa pensiun usia 35 adalah sisa 10tahun.

Kita ambil sample perkiraan umur orang Indonesia rata2 hidup sampai 60th. Tapi aku inginnya hidup lebih lama, bilanglah expectasinya adalah 75 tahun.
Berarti setelah pensiun, aku harus mempertahankan gaya hidup selama (75-35)= 40tahun. Lama juga.

Skarang tiap bulan rata2 pengeluaran adalah sekitar 3jt. Ok berarti aku harus mempertahankan gaya hidup seperti saat ini minimal.
Mari kita hitung berapa pengeluaran yg harus dikeluarkan saat usia 35 nanti(10 tahun dari skarang).

FV = PV x (1+i)^n
= 3jt x (1+8.10%)^10
= 6,536,995.624

Berarti setiap tahunnya akan memerlukan biaya sebesar RP 78,443,947.
Tadi sesuai expectasi mau sampai 75 tahun, berarti dana yg harus ditimbun dari skarang adalah 3,137,757,900 (40 X 78,443,947).

Nilai yg cukup besar. Tapi sepertinya ada yg terlupakan, masa sampai usia 75 tahun masih harus tetap single? Katakanlah nantinya hanya dengan anak satu, mari kita kalikan dengan 3 (aku, istri, dan anak) menjadi 9,413,273,699.
Rumah, mobil, pendidikan anak, jalan2 keluar negeri, uang bila sakit, semua itu masih diluar perhitungan yg diatas loh.

Wow, sungguh nilai yg sangat tinggi. Jadi bila aku mau pensiun usia 35 berarti mulai dari skarang setidaknya harus mulai menimbun sebanyak 9,413,273,699/10/12 = 78,443,947.49 setiap bulannya.
Ditambah lagi uang tersebut bila ditabung (perhitungan tahun ini inflasi 11,25% dan suku bunga 9%) akan rugi sekitar 2,25% setiap bulannya.

Terlalu besar? Ok kita tunda waktu pensiunnya menjadi katakanlah standar orang Indonesia, pensiun usia 55 tahun. Jadi pada saat usia 55 tahun nanti kebutuhan aku adalah:

FV = PV x (1+i)^n
= 3jt x (1+8.10%)^30
= 31,037,881.69
31037882
Setelah usia 55 satu tahunnya butuh: Rp372,454,580.25
Sesuai expectasinya, 75-55 = 20tahun. Dana yg dibutuhkan Rp7,449,091,605.

Wah kok lebih besar? Ow ternyata di itungan atas tidak memperhitungkan kenaikan setelah 35 tahun (35tahun-75 tahun = tidak ada kenaikan). Jadinya kecil, berarti yg hitungan kedua ini lebih akurat.

Nilainya besar, tapi waktunya lebih panjang yaitu 30 tahun. Nilainya tetap kita kalikan dengan tiga, menjadi Rp22,347,274,815.

Yg harus mulai ditabung: Rp22,347,274,815/30/12 = Rp62,075,763.37

Wah walaupun sudah kerja lebih lama 20 tahun tapi selisihnya tidak signifikan 10jt per bulan, dan nilainya tetap saja besar.

Cukup mengejutkan bukan. Jadi bagi kita-kita yg usianya saat ini 20-30 tahun sudah harus putar kepala lebih keras.
Setuju?
Bacaan lain mengenai daftar inflasi bisa dicek di sini:
Monthly Inflation Releases
Hubungan Inflasi, Suku Bunga, dan Investasi